Nasib Pahlawan Negriku….

Berita duka Untuk Para Pahlawan di Negri ini. Tetes darah mereka nampak sudah takberarti lagi. Mereka adalah tawanan di Negrinya sendiri, Sungguh sangat memilukan.

Orang yang membebaskan TANAH AIR ini dari perampokan Penjajah Kolonialis harus didakwa oleh Bangsanya sendiri karena menempati sepetak  tanah PEMBERIAN.

Lalu apakah kita ini memang sudah BENAR-BENAR MERDEKA ?? dimana Merdekanya. Hanya Penjajahlah yang menghukum PAHLAWAN Suatu Negri.

Habis manis sepah dibuang, mungkin itu ungkapan yang ” cocok ”  untuk kita-kita yang melupakan Para Pahlawan Negri ini. Kita yang selalu membanggakan sejarah namun kita meludahi pelaku sejarahnya..

Sebagaimana Bung Karno Sang Penyambung Lidah Rakyat, yang  kemudian memperkenalkan Negri yang baru lahir  ini kepada seluruh dunia Internasional, harus berakhir dengan menyedihkan di di Negrinya sendiri. Atau Pak Harto yang memberikan banyak kebanggaan untuk bangsa ini, menjadi penguasa Asia Tenggara juga berakhir dengan menyedihkan di Negrinya Sendiri

JENDERAL BESAR SUDIRMAN berkata : ” Percaya kepada kekuatan sendiri, Teruskan perjuangan kamu, Pertahankan rumah dan pekarangan kita sekalian, Tentara kita jangan sekali-kali mengenal sifat dan perbuatan menyerah kepada siapapun juga yang akan menjajah dan menindas kita kembali, Pegang teguh disiplin tentara lahir dan batin jasa pahlawan kita telah tertulis dalam buku sejarah Indonesia, kamu sekalian sebagai putera Indonesia wajib turut mengisi buku sejarah itu. Jangan sekali-kali diantara tentara kita ada yang menyalahi janji, menjadi pengkhianat nusa, bangsa dan agama, harus kamu sekalian senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tertentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah bersumpah ikhlas mati untuk membela temanmu yang telah gugur sebagi ratna ”

BUNG KARNO berkata: “ Sekali pun kita harus kembali pada cara amputasi tanpa obat bius d an mempergunakan daun pisang sebagai perban, namun ja ngan biarkan dunia berkata bahwa kemerdekaan kita dihadiahkan dari dalam tas seorang diplomat. Perlihatkan kepada dunia bahwa kita membeli kemerdekaan itu dengan mahal, dengan darah, keringat dan tekad yang tak kunjung padam. Dan jangan ke luar dari lurah dan bukit hingga Presidenmu memerintahkannya. Ingatlah, sekali pun para pemimpin tertangkap, orang yang di bawahnya harus menggantikannya, baik ia militer maupun sipil. Dan Indonesia tidak akan menyerah! ”

Khalifah ‘Umar : Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan. oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk.

Ferdynans.Wordpress.com

Kembali ke beranda

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: